nah ini nih yang di request sama mbak Duwi Yuni, lucu kan hehe
Haaiiii.. Malam-malam gini masih aja semangat buat nulis blog, mau upload foto baru hehe... ditemenin nich sama teman-temanqw, ada yang lagi main gitar, buat vector juga, ng-game heboh banget ( penting ya?? ^-^, malah curhat ), oke oke aku lanjutkan, nih nih foto qw before after ya
walau gak begitu mirip lumayanlah gitu aja udah njelimet bikinnya, manual pula bikinnya gak pake di trace langsung pake bezier tool sama di curve aja, silahkan kalau mau bikin, yang semangat aja biar total hasilnya gak setengah-setengah hehe.... bye
Taiyou No Uta ( 2006 )
Film diawali dengan sebuah scene pagi hari, dimana seorang gadis manis
bernama Kaoru Amane dari jendela kamarnya sedang melihat seorang pemuda
misterius yang duduk di halte jauh diseberang rumahnya. Berbeda dengan
gadis seumurannya, Kaoru tidur di siang hari dan beraktivitas di malam
hari ( jangan - jangan keturunan dracula. hehe ), hal ini dikarenakan
sejak kecil Kaoru memiliki penyakit yang langka yaitu Sindrom XP
( Xeroderma Pigmentosum ) atau lebih dikenal sindrom dracula dimana
orang yang berpanyakit ini tidak boleh terkena sinar matahari secara
langsung karena efeknya akan membuat kulit melepuh, timbul bercak hitam,
iritasi ringan hingga berat pada mata, dan akan berdampak buruk pada
kesehatan hingga kematian. Dan di seluruh dunia belum ditemukan obatnya,
dan hanya 60% yang dapat hidup hingga usia 20 tahun. Jadi untuk
menghindari ini, sejak sekolah dasar ia memutuskan untuk putus sekolah
dan bersahabat dengan gitarnya di malam hari dan lingkungan tempat
tinggalnya.
Sejak SD teman dekatnya hanya satu yaitu gadis manis bernama Misaki
Matsumae. Mungkin orang yang ia kenal di dunia hanya kedua orangtuanya
(Ken Amane dan Yuki Amane) serta Misaki. Tiap malam hingga menjelang
pagi (4.40 am), Kaoru sering keluar sendiri untuk bermain gitar di taman
depan stasiun. Selain pintar bermain gitar Kaoru juga seorang penulis
lagu dan menyanyikannya sendiri. Suatu hari Kaoru keluar malam ditemani
oleh Misaki, mereka menghabiskan malam disekitar Yamacho dan kemudian
seperti biasa melantunkan lagu di depan stasiun.
 |
| Kaoru ketika bernyanyi di taman depan stasiun |
Ketika Kaoru bernyanyi tiba - tiba melihat seorang pemuda yang sering
dia lihat di halte, berjalan melintas di depannya. Dengan segera ia
mengejar pemuda tersebut dan terjadilah pertemuan konyol di tengah
perlintasan kereta api ( yang ini memang konyol tapi Kaoru keliatan cute
di scene ini, hehe.. jadi liat aja di filmnya ya ). Sesaat kemudian
Misaki mencegah kekonyolan Kaoru dengan menariknya untuk pulang, sejak
saat itu Misaki membantu Kaoru untuk tahu lebih banyak tentang seorang
pemuda misterius yang ternyata satu SMA dengan Misaki. Slidik punya
slidik pemuda itu bernama Koji Fujishiro seorang pemuda konyol yang
hobby-nya surfing. Dengan handycam, Misaki merekam semua kegiatannya
Koji untuk diperlihatkan ke Kaoru ( jadi gadis mata - mata ni ceritanya.
hehe ).
 |
| Pertemuan kedua kalinya di halte bus |
Di malam selanjutnya ketika melihat video Misaki sambil berjalan
keliling kota, secara tidak sengaja Kaoru bertemu untuk yang kedua
kalinya dengan Koji di halte bus dan terjadilah pertemuan yang berbeda
dari malam sebelumnya. Sejak inilah mereka berdua semakin dekat dan
dimalam selanjutnya Koji mengajak Kaoru untuk pergi ke kota karena taman
di depan stasiun yang biasanya tempat Kaoru bernyanyi digunakan oleh
Dynamite Yamazaki ( musisi rocker gak jelas :D ahaha..). Koji mengajak
ke pusat kota, pasar malam, pelabuhan, taman bermain, dan plaza atau
square untuk bernyanyi, di scene ini sangat menyenangkan sekaligus
mengharukan dan akhirnya sebelum pulang mereka berhenti dipinggir pantai
untuk saling mengungkapkan isi hati dan Koji mengajak Kaoru hang out
lagi esok harinya. Namun Kaoru lupa kalau sebentar lagi matahari terbit
dan akan berbahaya baginya, seketika Kaoru minta untuk pulang dan dia
berlari menuju ke rumah. Walau akhirnya Koji mengantar Kaoru menggunakan
sekuter, namun Kaoru masih terkena sedikit sinar matahari ketika buru -
buru memasuki rumahnya. Dan akhirnya Koji tahu kalau Kaoru memiliki
Sindrom XP dari Misaki, yang sejak pagi bersama kedua orang tua Kaoru
mencari dilingkungannya.
 |
| Ketika jalan - jalan ke pusat kota |
Sejak peristiwa inilah dia tidak lagi keluar untuk bernyanyi dan tidak
mau bertemu dengan Koji. Namun suatu hari Ken Amane ayah Kaoru,
mengundang Koji dan Misaki untuk makan malam bersama. Betapa kagetnya
Kaoru ketika itu dan langsung masuk kamar lagi untuk berganti baju,
memang Kaoru tidak terlalu pintar menyembunyikan perasaannya pada Koji (
Kaoru salting dan malu - malu kucing. Meooww...). Disaat makan malam
itulah Koji memberikan brosur dari studio musik dan menawarkan untuk
merekam lagunya pada satu CD untuk dijadikan single. Walaupun biaya
rekaman cukup mahal sekitar ¥ 200.000,00
Koji rela menjual papan surfingnya dan bekerja paruh waktu untuk
membayarnya. Dan Kaoru dengan rasa haru menerimanya dan membuktikan
kalau memang ada yang masih peduli denganny.
 |
| Makan malam saat Koji menawarkan rekaman |
 |
| Koji dan Kaoru sedang berlatih bersama |
Karena itulah hubungan mereka berdua kembali baik lagi, setelah makan
malam mereka berdua berjalan - jalan keluar dan ditempat mereka pertama
kali bertemu ( masih inget kan? ditengah perlintasan kereta api), Koji
mengungkapkan perasaanya kepada Kaoru. Dan Koji berjanji setiap malam
akan datang untuk menemani Kaoru berlatih bernyanyi, namun semakin hari
kesehatan Kaoru semakin memburuk bahkan ia tidak bisa bermain gitar lagi
karena tangannya kaku sulit untuk digerakkan dan ini yang membuat Kaoru
patah semangat. Namun berkat semangat dari Koji, Kaoru kembali bangkit
lagi untuk merekam suaranya ke studio dan jadilah satu single lagu yang
direkam dalam CD (namun hasil rekaman belum dipublikasikan dan hanya
Kaoru saja yang tahu) . Scene yang terakhir adalah siang hari yang terik
dipinggir pantai, dimana Kaoru sedang duduk dikursi roda menggunakan
pakaian anti sinar matahri ditemani oleh kedua orang tuanya sambil
melihat Koji yang sedang surfing